Salah satu keterampilan berbahasa adalah menulis. Keterampilan menulis ini perlu diasah sejak dini , untuk itulah mata pelajaran bahasa Indonesia di Sekolah Dasar seyogyanya membangun keterampilan ini agar kemampuan anak dalam menuangkan ide, gagasan ataupun pokok pikiran menjadi terlatih.
Salah satu amanat standar isi dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia di SD khususnya kelas 2 untuk KD mendengar adalah menceritakan kembali isi dongeng yang didengarnya. KD ini perlu dilatih berulang-ulang sehingga anak terbiasa menyimak cerita untuk kemudian menceritakan kembali isi cerita/dongeng yang didengarnya dengan kata-kata sendiri ke dalam bentuk tulisan. Tentu hal ini tak akan tercapai apabila guru sebagai fasilitator tidak memfasilitasi anak didiknya untuk menajamkan keterampilan menulis ini.
Anak-anak di kelas 2 SDN Sukasari 4 sejak semester satu sudah dilatih untuk menguntai kata demi kata menjadi kalimat. Merangkai kalimat demi kalimat sehingga menjadi sebuah cerita sederhana. Sebelumnya guru menceritakan sebuah cerita/ dongeng. Kemudian sebagai alat bantu guru menempelkan 3 gambar seri di papan tulis agar anak mudah mengingat jalan cerita.
Indikator dari pembelajarannya adalah menceritakan kembali isi cerita yang di dengar dengan kata-kata sendiri. Jadi guru belum fokus pada penggunaan tanda baca atau Kaidah penggunaan huruf besar yang benar. Akan tetapi beberapa anak sudah nampak pengetahuannya dalam hal penggunaan tanda baca titik dan tanda tanya serta penggunaan huruf kapital terutama untuk nama orang. Kali ini Ms. Resty membacakan cerita yang berjudul Camille Pergi ke Dokter. Buku ini sumbangan dari DBE 2- USAID dalam reading program.
Nah berikut ini adalah hasil karya tulisan beberapa anak dari cerita yang telah disimaknya:
Camille Pergi ke Dokter
Oleh Ewangga
Suatu hari Camille sakit. Ia disarankan ibunya pergi ke dokter untuk disuntik. Namun ia takut bila disuntik. Namun ibu mengatakan setelah disuntik ia akan diberikan permen. Setelah dibujuk akhirnya Camille mau pergi ke dokter namun ia masih takut untuk disuntik. Bu apakah tanganku akan bengkak? tanya Camille. Hah mana mungkin kata ibu. Beberapa saat kemudian Camille disuntik. Apakah disuntik itu sakit? Tanya Camille. Tidak kata dokter sakitnya sedikit. Akhirnya Camille mau disuntik. Setelah disuntik. Wah tidak sakit Sakitnya hanya sedikit, o ya mana permennya dokter? Wah permen dokter habis dokter lupa membelinya. Tidak apa-apa kok aku sudah dibelikan banyak permen oleh ibu.
Continue reading →
0.000000
0.000000
Komentar Terakhir