Archive for category Metode pembelajaran

Metode Kata


Proses pembelajaran MMP diawali dengan pengenalan sebuah kata tertentu. Kata kemudian dijadikan lembaga  sebagai dasar untuk pengenalan suku kata dan huruf. Kata  itu kemudian diuraikan menjadi suku kata, suku kata menjadi huruf-huruf.

Selanjutnya dilakukan proses perangkaian huruf menjadi suku kata dan suku kata menjadi kata. Artinya penguraian tadi dikembalikan lagi  ke bentuk asalnya sebagai kata lembaga (kata semula).

Karena proses pembelajaran MMP ini melibatkan serangkaian proses pengupasan dan perangkaian maka metode ini dikenal sebagai metode kupas rangkai (lawan dari metode suku kata – metote rangkai kupas).

Metode ini juga disebut metode kata atau metode kata lembaga.

Sumber:  T. W. Solchan, Pendidikan Bahasa Indonesia, Univetsitas Terbuka, 2014

, , ,

Leave a comment

Metode Global – Membaca Menulis Permulaan


Metode Global atau metode kalimat adalah sebuah metode MMP yang diawali dengan penyajian beberapa kalimat secara global. Untuk membantu pengenalan kalimat biasanya digunakan gambar. Gambar tersebut dituliskan kalimat yang merujuk pada makna gambar.

Contoh  kalimat:
ini kuda

Maka gambar yang cocok untuk menyertai kalimat itu adalah gambar kuda.

Selanjutnya setelah anak diperkenalkan dengan beberapa kalimat, barulah proses pembelajaran MMP dimulai.

Mula-mula guru mengambil salah satu kalimat dari beberapa kalimat yang diperkenàlkan di awal pembelajaran. Kalimat tersebut dijadikan dasar/alat untuk pembelajaran MMP . Melalui proses deglobalisasi ( proses penguraian kalimat menjadi satuan-satuan   yang lebih kecil, yakni menjadi kata , suku kata,  dan huruf) , selanjutnya anak menjalani proses belajar MMP.

Proses penguraian kalimat menjadi kata, kata menjadi suku kata , suku kata menjadi huruf-huruf, tidak disertai dengan proses sintesis (perangkaian kembali)

Contoh

Ini  kuda
Ini        kuda
I-ni     ku-da
I-n-i      k-u-d-a

, , , ,

Leave a comment

Metode Pembelajaran MMP- Metode SAS


Metode SAS adalah salah satu metode Pembelajaran Membaca Menulis Permulaan.

SAS singkatan dari Struktural Analitik Sintetik. Metode  ini mengawali pelajaran dengan menampilkan kalimat secara utuh. Mula-mula anak diperkenalkan sebuah struktur yang memberi makna lengkap yakni struktur kalimat.

Kemudian melalui proses analitik, anak-anak diajak untuk mengenal konsep kata. Kalimat utuh dijadikan tonggak dasar untuk membaca permulaan ini diuraikan menjadi satuan-satuan bahasa yang lebih kecil  yang disebut kata. Proses analisa ini berlanjut hingga pada wujud satuan bahasa yang terkecil yang tidak bisa diuraikan lagi yakni huruf.

Proses penganalisa/penguraian dalam metode SAS meliputi:

  1. kalimat menjadi kata-kata
  2. kata menjadi suku kata
  3. suku kata menjadi huruf-huruf

Tahap selanjutnya anak didorong untuk melakukan sinstesa (menyimpulkan). Satuan-satuan bahasa yang telah diurai dikembalikan lagi . Huruf-huruf menjadi sukukata  kemudian menjadi kata dan akhirnya kalimat. Dengan Proses sintesis ini anak akan menemukan kembali struktur semual yakni kalimat secara utuh.

Contoh   Bahan ajar dengan metode SAS

Tema: Keluargaku

ini ayah

ini           ayah

i-ni         a-yah

i-n-i       a-y-a-h

ini          ayah

ini ayah

Beberapa manfaat dari metode SAS ini adalah:

  • metode ini sejalan dengan prinsip linguistik yang memandang satuan bahasa terkecil untuk berkomunikasi adalah kalimat . Kalimat dibentuk oleh stauan bahasa yakni kata, suku kata dan fonem (huruf-huruf)
  • mempertimbangkan pengalaman berbahasa anak. karena dimulai dari sesuatu yang dikenal anak
  • sesuai dengan prinsip inkuiri (menemukan sendiri). Anak mengenal dan memahami sesuatu berdasarkan temuannya. Sikap ini akan membantunya dalam mencapai keberhasilan belajar.

, , , , , ,

Leave a comment

Membaca Menulis Permulaan (MMP)


MMP adalah Membaca Menulis Permulaan yang merupakan program pembelajaran yang diorientasikan kepada kemampuan membaca dan menulis permulaan di kelas-kelas awal SD.

Kemampuan membaca  permulaan lebih diorientasikan pada kemampuan membaca tingkat dasar yakni  kemampuan melek huruf. Artinya anak-anak dapa mengubah dan melafalkan lambang-lambang tertulis menjadi bunyi yang bermakna. Pada tahap ini sangat dimungkinkan anak-anak dapat melafalkan lambang-lambang huruf  yang dibacanya tanpa diikuti oleh pemahaman terhadap lambang bunyi tersebut.

Kemampuan melek huruf ini  selanjutnya dibina dan ditingkatkan menuju kemampuan membaca tingkat lanjut yaitu melek wacana.

Kemampuan menulispermulaan tidak jauh berbeda dengan kemampuan membaca permulaan. Pada tingkat dasar/permulaan , pembelajaran menulis diorientasikan pada kemampuan yang bersifat mekanik. Anak-anak dilatih untuk dapat menuliskan lambang-lambang tulis yang jika dirangkaikandalam sebuah struktur, lambang-lambang itu menjadi bermakna.

Dengan kemampuan dasar ini anak-anak, secara perlahan-lahan anak-anak akan digiring pada kemampuan menuangkan gagasan, pikiran, perasaan ke dalam bentuk tulis.

sumber : T, W Solehan  dkk, Pembelajaran Bahasa Indonesia di SD, Universitas Terbuka 2014

, , ,

Leave a comment

Elicitation


Elicitation

Elicitation is a technique by which the teacher gets the learners to give information rather than giving it to them.

Example
A teacher elicits the rules for the structure of the first conditional by asking learners to look at some examples, then writing ‘We make the first conditional in English with…?’ on the board.

In the classroom
Elicitation is an important technique for various reasons. It helps develop a learner-centred dynamic, it makes learning memorable as learners can link new and old information, and it can help produce a dynamic and stimulating environment.

source : http://www.teachingenglish.org.uk/knowledge-database/elicitation

2 Comments

Trapesium


TRAPESIUM

trapesium siku2

lirik : Taman Kami – Taman kanak -kanak

Akulah trapesium
yang punya 4 sisi
2 sisi sejajar
satunya tinggi

1/2 x (jumlah sisi) x tinggi
Itulah luasnya.

(Matematika kelas 5 SD- semester 1)

, ,

Leave a comment

Layang-Layang


layang-layang

LAYANG LAYANG

Lirik : lagu layang-layang

Ku ambil buluh sebatang
kupotong sama panjang
ku raut dan kutimbang dengan benang
kujadikan layang-layanag

Reff:
Yuk kita menghitung
Luasnya layang-layang

1/2  x diagonal 1 x diagonal dua
(baca: setengah kali diagonal satu kali diagonal dua)

, ,

1 Comment

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 984 other followers