Posts Tagged Pendidikan

Komik Tanpa Teks Solusi Baru Merangsang Anak Untuk Menulis


Sumber LPMP BANTEN

Dalam kehidupan sehari-hari, komik tak terlepaskan dari kehidupan anak-anak. Dewasa ini berbagai bentuk komik disajikan untuk merebut hati pembacanya yang notabene kalangan anak-anak. Komik merupakan sebuah media komunikasi, dimana komunikasi merupakan sebuah fenomena pemenuhan kebutuhan hidup. Kemampuan komunikasi diperoleh melalui intraksi kemampuan bahasa, karena di dalam berkomunikasi seseorang menggunakan bahasa sebagai media utamanya.Komunikasi melalui bahasa dapat memberikan kesempatan bagi kita untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan masyarakat. Sehingga tidak dapat dipungkiri, kemampuan bahasa baik lisan maupun tulisan sangatlah penting.

Namun demikian, keterampilan berbahasa terutama menulis tanpaknya sedikit sekali mendapatkan perhatian. Dalam kehidupan kita kegiatan menulis kurang dilakukan jika dibandingkan dengan kegiatan menyimak, berbicara, dan membaca. Penelitian Rankin dan Anderson tentang kegiatan berbahasa memperlihatkan bahwa”(i)
menyimak:45%, (ii) berbicara: 30%, (iii) membaca : 16%, (iv) menulis : 9%. Hal ini menunjukan bahwa kegiatan menulis tidak begitu diminati oleh banyak orang. Permasalahan dalam kegiatan menulis terletak pada proses penulisan. Setiap anak pasti mempunyai ide-ide yang cermelang dan ingin sekali menuangkannya dalam bentuk
apapun termaksud dalam bentuk tulisan. Tetapi proses pengorganisasian ide ini yang menjadi pokok permasalahan. Dengan pengorganisasian yang baik, maka sebuah tulisan akan mudah diikuti arahnya dengan baik dan menjadi teratur. Bagi para penulis pemula terutama anak-anak kebanyakan menghadapi masalah ini. B…Baca selengkapnya

, ,

2 Comments

Melaksanakan Pembelajaran yang PAIKEM


Sesuai isi Permendiknas No. 41  thn 2007 tentang standar proses untuk satuan pendidikan dasar dan Menengah, dijelaskan bahwa pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan guru dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran harus dilaksanakan sebagai proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat (Long Life Education). Pendidik haruslah memberi keteladanan, membangun kemauan dan menggali kreativitas peserta didik. Paradigma pengajaran kini beralih menjadi paradigma pembelajaran.

Dalam paradigma pengajaran , peran guru sangat dominan ( teacher centered) sedangkan dengan paradigma pembelajaran – peserta didiklah yang aktif (student centered). Pembelajaran menjadikan siswa menjadi subjek didik yang aktif.

Proses pembelajaran harus  direncanakan, dilakanakan, dinilai dan diawasi agar pelaksanaannya efektif dan efisien. Proses pembelajaran itu juga hendaknya memahami keragaman dan karakteristik siswa, fleksibel, variatif dan memenuhi standar. Untuk itu pembelajaran pada setiap satuan pendidikan dasar dan menengah  harus interaktif,  inspiratif, menyenangkan, menantang dan memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif dan memberi ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas dan kemandirian sesuai bakat , minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik Baca selengkapnya…

, , ,

2 Comments

Lomba Pembuatan Media Presentasi Pembelajaran – PUSTEKKOM


Memaksimalkan power point dalam pembelajaran kini menjadi tantangan tersendiri bagi guru.  Bahan ajar yang disajikan melalui presentasi mengunakan aplikasi power point memang akan terasa menarik di awal-awal.  Akan tetapi apabila guru tidak berusaha untuk menampilkan presentasi yang ‘eye catching’ – pembelajaran yang nota bene memanfaatkan teknologi itu – niscaya akan hilang ‘greget’nya. Mengapa demikian? karena kita  hanya  memindahkan materi pembelajaran dari buku  kemudian diketik dalam power point  lalu dipresentasikan di muka kelas. baca selengkapnya…

, , , , ,

3 Comments

Menyusun Perencanaan Pembelajaran yang PAIKEM #1


Di SD khususnya di kelas rendah-  1 s/d 3, pembelajaran yang dilaksanakan adalah pembelajaran tematik.   Tema menjadi pengikat semua unsur materi pembelajaran yang diajarkan pada kurun waktu tertentu. Pembelajaran tematik adalah pembelajaran terpadu sehingga setiap materi pelajaran  dikaitkan dengan sebuah tema,  yang menjadi  benang merah pembelajaran. Untuk itu RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) pun disusun secara tematik .  Pembahasan mengenai RPP tematik akan diuraikan selanjutnya. Kali ini saya  mencoba membuat RPP per mata pelajaran yaitu   B. Indoneisa  yang menggambarkan pembelajaran PAIKEM. baca selengkapnya…

, , , , ,

3 Comments

Tata Tertib Kelas = Mengenalkan Konsep Disiplin


Mendengarkan orang yang sedang berbicara, salah satu tata tertib kelas

Ketika memulai pembelajaran khususnya saat awal tahun ajaran baru, saya membiasakan diri untuk membangun tata tertib  kelas.  Aturan ini dibuat berdasarkan kesepakatan bersama.

Dengan jalan brain storming-setiap anak berhak mengajukan pendapatnya untuk menentukan aturan/tata tertib di kelas. Masukan  anak-anak tentang tata tertib  kelas biasanya adalah: baca selengkapnya…

, , ,

11 Comments

Membuat Alat Peraga Murah (APM)


APM (Alat Peraga Murah)

Membuat APM (Alat Peraga Murah)

Alat peraga adalah salah satu penunjang keberhasilan pencapaian tujuan pembelajaran.  Dengan kehadirannya pembelajaran menjadi menyenangkan dan jauh dari kesan verbalisme. Membuat Alat Peraga Murah  (APM) adalah salah satu upaya guru dalam menyiasati mahalnya alat peraga buatan pabrik. Selain itu dengan dibuatnya APM membentuk guru menjadi agen pembelajaran yang kreatif dan inovatif.

Salah satu contoh APM buatan ibu guru  sbb:

baca selengkapnya…

, , , ,

6 Comments

Bu, Sepatu Saya Hilang …


Sepatu anak-anak di sekolah (dok.pribadi - Ms. Resty)

“Bu, sepatu saya hilang lagi..” seorang anak memberi laporan.

Coba cari dulu, mungkin di dekat pot bunga”

“Enggak ada, bu”

Nanti, ibu guru cari, ya”

Ini adalah persoalan kecil saya  selama menanggani anak-anak di kelas 2 SD.  Biasanya begitu mendapat laporan ada sepatu yang hilang saya langsung mencari ke sana ke mari . Ada dua opsi; tertukar  atau  disembunyikan teman. Jika sepatu hilang (tepatnya disembunyikan) pasti berhasil ditemukan. Kalau tidak dekat pot bunga, tempat sampah, kelas TPA atau perpustakaan.  Persoalan hilangnya sepatu mungkin hal yang sepele. Tapi jika sering terjadi, merepotkan juga.

Di kelas kami memang ada kesepakatan untuk membuka sepatu. Sepatu anak-anak disimpan di rak sepatu yang ditempatkan di depan kelas. Mengapa kami sepakat untuk membuka sepatu? Selain untuk menjaga kebersihan kelas, juga agar karpet yang digelar tidak cepat kotor. Karpet itu digunakan anak-anak untuk membaca buku saat jeda pelajaran. Yang ingin saya share disini, bukan hilangnya sepatu, tapi  bagaimana saya mencoba menemukan tangan kecil jahil yang menyembunyikannya. baca selengkapnya…

, , , , , ,

8 Comments