Archive for category SD

Pelatihan Strategi Membaca Berimbang


Selama 4 hari dimulai tanggal 16 s.d 19 Maret bertempat di Sol Marina Hotel Serpong Tangsel, USAID PRIORITAS Banten menyelenggarakan pelatihan TOT untuk guru kelas awal .

Program B3 yaitu Buku Bacaan Berjenjang adalah agenda pelatihan yang diikuti guru-guru dari kota dan kabupaten di provinsi Banten.

Bagaimana mengaplikasikan strategi membaca di sekolah, sebagai langkah nyata menjawab amanah Permendikbud no 23 tahun 2015 yang salah satunya tentang budaya baca di sekolah adalah menjadi bagian yang integral dalam pelatihan kali ini.

Para peserta dilatih untuk menggunakan tiga strategi membaca yaitu:
● Membaca Bersama dengan media big book
● Membaca Terbimbing dengan buku berjenjang
● Membaca Mandiri

Para peserta ini diharapkan ke depannya dapat melatih guru-guru di tingkat sekolah maupun gugus.

image

image

Advertisements

, ,

1 Comment

Inside Voice


Suara dalam  (inside vocie)  yaitu suara dengan volume standar di ruangan , nampaknya perlu ditanamkan pada anak-anak sejak dini. Karena sekarang ini anak -anak cenderung berteriak ketika menyampaikan sesuatu, bahkan saat berbicara dengan teman disebelahnya sekalipun.

Pembiasaan untuk menggunakan suara dalam juga membuat anak dapat mengkontrol suaranya. Kapan harus lantang dan kapan lembut?

Namun demikian pembiasaan ini tidak serta merta terbentuk. Perlu pembiasaan yang intens.

Ketika anak lalai, guru dapat mengingatkan dengan ” gunakan suara dalam …”

Sumber: hasil pembelajaran dengan sekolah Al Falah Jakarta
Terinspirasi dari blog http://gurukreatif.wordpress.com

,

Leave a comment

Metode Pembelajaran MMP- Metode SAS


Metode SAS adalah salah satu metode Pembelajaran Membaca Menulis Permulaan.

SAS singkatan dari Struktural Analitik Sintetik. Metode  ini mengawali pelajaran dengan menampilkan kalimat secara utuh. Mula-mula anak diperkenalkan sebuah struktur yang memberi makna lengkap yakni struktur kalimat.

Kemudian melalui proses analitik, anak-anak diajak untuk mengenal konsep kata. Kalimat utuh dijadikan tonggak dasar untuk membaca permulaan ini diuraikan menjadi satuan-satuan bahasa yang lebih kecil  yang disebut kata. Proses analisa ini berlanjut hingga pada wujud satuan bahasa yang terkecil yang tidak bisa diuraikan lagi yakni huruf.

Proses penganalisa/penguraian dalam metode SAS meliputi:

  1. kalimat menjadi kata-kata
  2. kata menjadi suku kata
  3. suku kata menjadi huruf-huruf

Tahap selanjutnya anak didorong untuk melakukan sinstesa (menyimpulkan). Satuan-satuan bahasa yang telah diurai dikembalikan lagi . Huruf-huruf menjadi sukukata  kemudian menjadi kata dan akhirnya kalimat. Dengan Proses sintesis ini anak akan menemukan kembali struktur semual yakni kalimat secara utuh.

Contoh   Bahan ajar dengan metode SAS

Tema: Keluargaku

ini ayah

ini           ayah

i-ni         a-yah

i-n-i       a-y-a-h

ini          ayah

ini ayah

Beberapa manfaat dari metode SAS ini adalah:

  • metode ini sejalan dengan prinsip linguistik yang memandang satuan bahasa terkecil untuk berkomunikasi adalah kalimat . Kalimat dibentuk oleh stauan bahasa yakni kata, suku kata dan fonem (huruf-huruf)
  • mempertimbangkan pengalaman berbahasa anak. karena dimulai dari sesuatu yang dikenal anak
  • sesuai dengan prinsip inkuiri (menemukan sendiri). Anak mengenal dan memahami sesuatu berdasarkan temuannya. Sikap ini akan membantunya dalam mencapai keberhasilan belajar.

, , , , , ,

Leave a comment

Membaca Menulis Permulaan (MMP)


MMP adalah Membaca Menulis Permulaan yang merupakan program pembelajaran yang diorientasikan kepada kemampuan membaca dan menulis permulaan di kelas-kelas awal SD.

Kemampuan membaca  permulaan lebih diorientasikan pada kemampuan membaca tingkat dasar yakni  kemampuan melek huruf. Artinya anak-anak dapa mengubah dan melafalkan lambang-lambang tertulis menjadi bunyi yang bermakna. Pada tahap ini sangat dimungkinkan anak-anak dapat melafalkan lambang-lambang huruf  yang dibacanya tanpa diikuti oleh pemahaman terhadap lambang bunyi tersebut.

Kemampuan melek huruf ini  selanjutnya dibina dan ditingkatkan menuju kemampuan membaca tingkat lanjut yaitu melek wacana.

Kemampuan menulispermulaan tidak jauh berbeda dengan kemampuan membaca permulaan. Pada tingkat dasar/permulaan , pembelajaran menulis diorientasikan pada kemampuan yang bersifat mekanik. Anak-anak dilatih untuk dapat menuliskan lambang-lambang tulis yang jika dirangkaikandalam sebuah struktur, lambang-lambang itu menjadi bermakna.

Dengan kemampuan dasar ini anak-anak, secara perlahan-lahan anak-anak akan digiring pada kemampuan menuangkan gagasan, pikiran, perasaan ke dalam bentuk tulis.

sumber : T, W Solehan  dkk, Pembelajaran Bahasa Indonesia di SD, Universitas Terbuka 2014

, , ,

Leave a comment

Mengajar Bahasa Inggris di Kelas 1 SD dengan Siswa Lebih Dari 50 Anak


Tulisan ini sebagai jawaban email yang masuk ke inbox saya. Seorang teman guru bahasa Inggris ;

Assalamualaikum wr. wbr. Saya seorang guru guru bahasa Inggris di SD Negeri , saya terkadang mengalami kesulitan dalam mengajar anak kelas 1 SD. Setelah saya melihat blog ibu, saya merasa tertarik ingin mengikuti trik dan cara bagaimana mengajarkan bahasa Inggris terutama kelas 1 supaya menarik. Jumlah muridnya 58 anak. Bagaimana cara mengajar di kelas dengan jumlah siswa sebanyak itu? Saya tidak mau berteriak-teriak terus.

Terima kasih

Jawaban saya ;

Wah banyak sekali muridnya bu, siapapun pasti kelelahan menangani kelas sebesar itu. Tapi that’s a life harus kita hadapi dan cari solusi. Selain membalas email beliau saya juga berjanji untuk memposting tulisan tentang tips mengajar di kelas besar di blog saya. Ini saran saya bu 🙂

Berikut tips pembelajaran di kelas besar;
– Buatlah persiapan mengajar yang terencana; apa yang anak akan pelajari, kegiatan apa yang dilakukan, metode menarik apa yang membuat mereka memberi respon terhadap pembelajaran dsb. Ini adalah cara berpikir guru yang menerapkan pembelajaran berpusat pada siswa – student centered.

Persiapan mengajar dibutuhkan agar kita fokus pada langkah-langkah selanjutnya bukan memikirkan selanjutnya anak diberi apa?

– Pastikan anak- anak pay attention atau tertib saat belajar. Kalau lisan tidak berhasil, ajak mereka bermain patung (ini trik guru supaya mereka diam/ tertib).
Contoh:
Guru: “Semuanya jadi Patung”
“Jadi Patung”
“Patungnya mendengarkan”
“Patungnya duduk rapi”
Ajak mereka bermain-main sebentar dulu untuk selanjutnya ke perintah terakhir.

Setelah mereka tertib barulah guru melanjutkan. Mengingatkan anak untuk tertib satu persatu akan menguras energi kita alih-alih waktu habis untuk mendiamkan anak-anak saja.

Banyak cara untuk attract their attention, dengan lagu atau permainan tepuk tangan yang dapat guru ciptakan sendiri.

– Kondisikan mereka untuk dapat tertib karena anak kelas 1 SD masih ‘hobby’ lari-lari bahkan kejar-kejaran dengan teman-temannya di dalam kelas. Hargai anak yang tertib dengan memberi pujian. “Wah ibu senang sekali A tertib hari ini”. Bisa juga sebelum pelajaran dimulai kita sugesti mereka dengan kalimat-kalimat positif seperti; “Ibu yakin deh, anak kelas 1B, anaknya tertib, selalu mendengarkan bu guru, disliplin bla…bla
Pasti deh “(acungkan jempol)

Kalau masih saja ada anak yang tidak mau duduk diam tempat, abaikan saja sepanjang tidak menggangu anak lain atau tidak memprovokasi teman untuk berulah negatif.

– Karakteristik usia mereka memang hanya dapat berkonsentrasi selama kurang lebih 15 menit jadi jika pembelajaran membosankan, mereka pasti punya acara sendiri-sendiri. 🙂

– Karakteristik usia mereka juga masih suka bermain jadi kenalkan materi lewat permainan, lagu dan usahakan guru membawa alat peraga walaupun hanya prompt cards. Rencanakan permainan yang mendukung materi.

– Sesekali buat LK/Lembar kerja atau worksheet sendiri yang akan dikerjakan secara individual atau group. Pastikan anak-anak paham mengerjakannya. Guru jangan terburu-buru memberikan instruksi. Apabila guru merancang kegiatan group work, mintalah setiap individu untuk mengerjakan juga di buku tulisnya. Jadi semua anak bekerja.

– ketika memberikan materi, tidak terburu-buru. Materi tidak meluas karena nanti dapat membuat anak bingung contohnya jika guru ingin siswa mengenal angka 1 – 10 dalam bahasa Inggris, setelah anak bisa melafalkan pengucapannya berikan language focus sederhana misalnya

What number is it?
It’s ten
(Gunakan metode menarik untuk mengenalkan materi ini); permainan, lagu tepuk dst.
Lalu diakhiri dengan latihan soal; menyalin latihan di papan tulis ke buku tulis.

– Cara guru menilai hasil pekerjaan siswa juga harus diperhatikan. Biasakan mereka antri ketika bukunya akan dinilai. Guru juga dapat ‘menghadiahi’ mereka. ” bu guru suka anak/barisan yamg tertib. Yang tertib boleh pulang duluan”

Untuk urusan antri ini sepakati caranya dengan wali kelas 1, bagaimana trik mereka saat memberi nilai. Budaya antri juga harus dibiasakan sejak kecil.

– Sabar dalam mengajari mereka walau terkadang menjengkelkan akan tetapi bila disikapi dengan ‘enjoy aja’, ulah mereka justru mengundang tawa geli.

– Usahakan kita punya energi yang cukup saat mengajar. Kondisi lelah atau sakit bisa memicu emosi kita. Jadinya ingin marah terus. Save our energy , Buat apa marah malah akan membuang energi kita, begitu psikolog bilang 🙂

Demikian beberapa tips mengelola kelas besar, mudah-mudahan bermanfaat.

, , , ,

8 Comments

Belajar di www.duniabelajar.com


Hari ini bu guru membawa peralatan yang telah akrab di mata kami-murid-murid kelas 2 SD. Peralatan yang sering bu guru gunakan di kelas.   Laptop yang dihubungkan dengan kabel ke sebuah alat yang namanya proyektor. Dengan alat ini kami dapat melihat gambar dengan ukuran  besar.

Bu guru lalu berkata bahwa hari ini kami akan diajak untuk mendiskusikan penggunaan kata tanya.  Slide demi slide tentang Belajar Membuat  Kalimat Tanya, dengan lahap kami diskusikan bersama. Tibalah saat yang kami tunggu-tunggu, yaitu Belajar sambil bermain di www.duniabelajar.com. Disini kami bergiliran menjawab pertanyaan permainan interaktif  mata pelajaran Bahasa Indonesia yaitu  Menggunakan Kata Tanya yang Tepat. Walaupun dalam permainan itu tertera untuk siswa kelas 4 SD tapi kami semua dapat menjawabnya dengan benar. Horeeee…!!!!  Anak-anak bersorak gembira ketika teman yang maju ke depan dapat menggerakkan mouse dan meng’klik’ jawaban yang benar.

Download Slide pembelajaran powerpoint klik disini –> Membuat Kalimat Tanya

, , , ,

5 Comments