Membuat Anak Jatuh Hati Pada Matematika (1)

dok. teachernet-lab.org

Pelajaran matematika sampai saat ini masih menjadi hantu yang menakutkan bagi anak apalagi jika ditambah pula dengan guru yang menyajikan secara konvensional.  Guru matematika masih asyik menggunakan metode drilling daripada metode lain seperti permainan misalnya. Kalaupun metode permainan itu digunakan, terkadang kurang efektif sehingga akhirnya   menjadi kambing hitam dari ketidakberhasilan pencapaian tujuan pembelajaran.  Padahal apabila metode ini digunakan secara bijak dan cerdik justru dapat menumbuhkan kecintaan anak terhadap pelajaran matematika.  Inilah tugas kita sebagai guru memberikan pendidikan yang bermutu khususnya belajar matematika dengan metode yang beragam sehingga membuat anak enjoy belajar . Ketika mereka sudah cinta dengan pelajarannya , maka guru akan dengan mudah memberikan materi pelajaran .  LET THEM LOVE FIRST!

Dunia bermain adalah milik anak-anak. Kegiatan pembelajaran khususnya di kelas rendah  hendaknya memahami kebutuhan anak ini. Guru hendaknya menciptakan pola pembelajaran yang BERMAIN SAMBIL BELAJAR  atau belajar sambil bermain. Ciptakan pembelajaran matematika yang menyenangkan sehingga  Matematika yang sering kali dilabelisasi sebagai kegiatan yangmemusingkan , berubah menjadi kegiatan belajar  yang mengasyikan . Belajar  matematika memang identik dengan mengerjakan soal latihan, Betul! semakin sering anak berlatih semakin terasah kemampuannya. Tapi haruskan anak dijejali dengan soal latihan terus-menerus? Apakah itu satu-satunya jalan agar siswa pandai? Kalau jawabannya ya, maka  tunggulah sebuah bom waktu ketika  mereka mengatakan SAYA BENCI PELAJARAN MATEMATIKA! Bagaimana cara agar mereka mencintai pelajaran matematika sejak dini?

Beberapa tips ini merupakan rangkuman pembelajaran yang telah saya terapkan di kelas rendah:

  • Masuk ke dalam dunia anak-anak yaitu dunia bermain. Dengan permainan siswa dapat merumuskan pemahaman tentang suatu konsep; kaidah-kaidah atau prinsip; unsur-unsur pokok, proses, hasil dan dampak (Suyatno;2003,12). Materi apapun dapat kita kreasikan dengan berbagai permainan contohnya  ketika anak menyelesaikan soal cerita penjumlahan/pengurangan guru mengajak anak untuk bermain peran agar    pemahaman anak terbentuk secara nyata.  Memvisualisasikan soal cerita  ke dalam kegiatan bermain peran, akan mengantarkan anak memahami soal cerita. Kegiatan lain adalah mengajak anak  bermain menjadi detektif. Guru menuliskan soal di secarik kertas, menyimpannya di pojok kelas kemudian meminta anak menjawab soal itu.
  • Mengunakan alat manipulatif : Ketika anak belajar penjumlahan/pengurangan, guru dapat meminta anak membawa kerikil, lidi, biji jagung, stik es krim atau  kancing sebagai alat hitung. Ketika guru menuliskan soal 4 + 5 = …   biarkan anak menghitung sendiri atau membuktikan jawaban dengan cara mengambil  4 kerikil + 5 kerikil . Dengan bantuan alat manipulatif ini, pembelajaran matematika tidak ‘ngawang-ngawang’ karena anak melihat secara nyata dari hasil penjumlahan 4 + 5. Piaget dan Gresler (1986: 2005)mengatakan bahwa  usia ini merupakan fase dimana anak masih berpikir kongkret
  • Anak-anak juga suka bernyanyi.  Metode ini sungguh efektif dalam membantu anak memahami materi. Jika lagu-lagu anak yang ada tidak ada yang cocok dengan materi yang akan dibahas, apa salahnya jika guru menciptakan sendiri. Mengadaptasi lagu anak yang ada dengan mengganti liriknya. Contohnya dapat dilihat disini.
  • Memproduksi sesuatu. Belajar matematika juga dapat menghasilkan sebuah karya contohnya ketika anak mempelajari bermacam-macam bentuk  bangun ruang, guru dapat mengajak anak untuk bermain membuat bangunan dari bangun ruang seperti balok, kubus, kerucut, prisma, tabung, bola dsb. Dari pengalaman saya, anak-anak kreatif sekali dalam membuat bangunan dari bangun ruang ini . Ada kelompokyang membuat rumah sakit, mall, bandara atau menara. Mereka antusias sekali ketika diminta untuk memberi judul bangunannya .  Setelah selesai membuat bangunan, guru meminta anak untuk menghitung berapa banyak bangun ruang ( balok, kubus, tabung dst) yang digunakan. Kegiatan ini dapat dituangkan ke dalam Lembar Kerja siswa.

Tulisan ini dibuat untuk disertakan dalam lomba menulis yang diselenggarakan oleh www.bahasasiswa.do.am dan Penerbit Gelar Semesta Aksara.

Membuat Anak Jatuh Hati Pada Matematika (2)

, , ,

  1. #1 by yusami on 22 April 2010 - 10:29 pm

    Tips yang menarik untuk dilaksanakan. Salam sukses dari Ampah Kalimantan Tengah.

    • #2 by Ms. Resty on 25 April 2010 - 3:41 pm

      Terima kasih. Mudah-mudahan bermanfaat
      Salam sukses juga dari Tangerang Banten🙂

  2. #3 by nurbaiti45 on 28 April 2010 - 9:56 am

    mungkin dunia anak2 lebih mudah, kalo dunia SMA gimana bu? kadang bingung juga…

    • #4 by Ms. Resty on 28 April 2010 - 4:16 pm

      Kalau SMA mungkin lebih baik dengan pendekatan realistik artinya bagaimana MTK digunakan, diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu menjadi semacam lifeskill untuk siswa.
      Tapi saya yakin bu Nur pasti punya kiat-kiat yang jitu apalagi bu gurunya pintar dan cantik🙂

  3. #5 by madimuktiyono on 28 April 2010 - 5:09 pm

    gak tau knp ya dari dulu aku benci matematika.. hehe
    ga bakat kali ya

    • #6 by Ms. Resty on 29 April 2010 - 6:14 am

      Benci tapi perlu…he..he..😉

  4. #7 by sekolah internet marketing on 29 April 2010 - 6:44 am

    menarik tipsnya, seorang pendidik harus pandai mencari cara didik yang tepat jadinya yang didik mau dididik dengan benar..

    • #8 by Ms. Resty on 29 April 2010 - 6:48 am

      Betul! karena anak didik berhak mendapat kualitas pendidikan yang lebih baik. Thanks sudah mampir

  5. #9 by nusrotulbariyah on 24 May 2010 - 6:58 am

    Yups, betul Bu. dunia anak2 memang dunia bermain. Jadi kita perlu menyesuaikan metode pembelajaran dengan karakter siswa. metode pembelajaran yg baik itu adalah yg sesuai dgn karakteristik siswa. Apalagi kl kita mengatahui tipikal belajar siswa, apakah dia termasuk auditori, visual atau kinestetik. Pengetahuan ttg karakter ini tentu akan membantu kita dlm menentukan metode pembelajaran yang baik. salam dari solo Bu!

    • #10 by Ms. Resty on 24 May 2010 - 3:05 pm

      Setuju bu. Guru yang memahami kebutuhan murid pasti akan memikirkan strategi pembelajaran yang cocok untuk pembelajaran.

      Salam juga dari Tangerang🙂

  6. #11 by Zainudin Idris on 2 June 2010 - 1:25 am

    Alhamdulillah, terima kasih atas kunjungan ke blog saya, ini kunjungan balik Bu.
    Subhanallah, sungguh banyak inspirasi dari blog Ibu. Saya jadi malu nih sebagai Guru yang sudah lebih tua, hehehe…

    • #12 by Ms. Resty on 3 June 2010 - 4:26 am

      Bisa aja nih pak Zai… Thanks for visiting

  7. #13 by Sabjan Badio on 12 June 2010 - 2:01 pm

    Pengumuman pemenang: http://bahasasiswa.do.am/blog/2010-04-25-314.

    Selamat, artikel Anda satu di antaranya.

    • #14 by Ms. Resty on 14 June 2010 - 2:00 am

      alhamdulillah. Senang sekali rasanya. Terima kasih banyak…

  8. #15 by Raka Sayank Ika on 1 December 2011 - 3:38 pm

    Phobia anak didik terhadap mata pelajaran tertentu emang membuat seorang pengajar berpikir ekstra bagaimana mengemas mata pelajaran menjadi sesuatu yang digandrungi para anak didik. inilah yang menjadi PR keseharian para pengajar untuk mendedikasikan dan mengembangkan ilmunya mencari terobosan terobosan baru sehingga materi yang disampaikan laksana makanan kesukaan…berjuang terus para pengajar tuk cerdaskan generasi bangsa…..Bravo For teacher…..thanks for tips,,,,,visit my blog at; http://pintargeniusblogger.blogspot.com/

  9. #16 by Aneila on 9 February 2013 - 1:03 pm

    Blog miss bagus! (iseng-iseng buka)

  10. #17 by andriani putri on 19 June 2015 - 3:34 am

    mss menginspirasi banget mss, jujur nih aku baru jadi guru di SD ^semangat!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: