Berbuat Baiklah Setiap Hari!

Pohon kebaikan di kelas 2

Sudah hampir tiga bulan Pohon Kebaikan ada di kelas kami. Setiap minggu pasti ada buah yang tumbuh. Buah apel bertuliskan nama dan perbuatan baik kami. Buah apel itu digantungkan di Pohon Kebaikan. Setiap hari Senin bu guru mengumumkan nama anak yang berhak digantungkan di pohon kebaikan.  Tiap minggu pasti teman-teman menunggu, siapa diantara kita yang mendapat penghargaan itu. Banyak sudah teman-teman yang berkomentar tentang tumbuhnya Pohon Kebaikan.

Inilah beberapa respon anak-anak kelas 2  sejak kehadiran Pohon Kebaikan di kelas kami:

–          Bu, hari ini siapa yang namanya ditempel di pohon kebaikan?

–          Bu guru saya tadi membuang sampah yang ada di kolong meja.

–          Bu, saya mau buang sampah dulu ya…

–          Bu, hari ini diumumkan yang berpakaian seragam rapi, ya?

–          Siapa ciri-ciri anak yang dapat pohon kebaikan, bu?

–          Bu guru.. bu guru.. hari Senin kok, tidak diumumkan  .

–          Bu guru berarti hari Kamis diumumkannya, ya.

–          Bu.. , hari ini diumumkan  ya…?

–          Wah …. buahnya sudah banyak..!

Efek Pohon kebaikan ini telah menyemangati kami untuk berbuat baik. Bahkan teman kami yang terkenal nakal pun berkata pada bu guru.

“Bu, saya juga mau namanya ditempel di pohon kebaikan”

“Kalau begitu berbuat baiklah setiap hari.”

, , ,

  1. #1 by fanz on 27 March 2010 - 7:53 am

    wah strategi mengajar yang kreatif..

    • #2 by Ms. Resty on 28 March 2010 - 1:51 am

      Makasih ya sudah berkunjung
      Salam kenal

  2. #3 by aryadevi on 27 March 2010 - 10:51 am

    cemerlang, bisa kami aplikasikan nie pada jenjang yang lebih tinggi, tinggal di modifikasi aja…
    thanks bu ada inspirasi nie…

    • #4 by Ms. Resty on 28 March 2010 - 1:53 am

      Wah, pak Arya … terima kasih atas kunjungannya yang intensif.
      Saya tunggu, ya laporan aplikasi di sekolah bapak. Pasti lebih cemerlang

  3. #5 by Lia on 28 March 2010 - 6:37 am

    Benar-benar guru yang kreatif tapi kira-kira strategi belajar seperti itu, cocok apa tidak ya mbak diterapkan di Paud??. Mohon penjelasannya ya mbak..terimakasih sudah berkunjung..

    • #6 by Ms. Resty on 28 March 2010 - 9:21 am

      Bisa diaplikasikan di jenjang mana pun. Kita sesuaikan dengan karakterikstik anak didik kita. Kalau di PAUD karena pertemuannya tidak tiap hari, mungkin lebih baik guru memberikan apresiasi kepada anak setiap pertemuan. Misalnya di akhir pertemuan, guru mengadakan evaluasi kegiatan hari ini dengan menyisipkan acara ‘ Pohon Kebaikan’. Anak yang hari ini dinilai telah tertib, sayang teman, makan sendiri dll bisa kita beri penghargaan. Kalau acara ini dilakukan secara kontinue, pasti akan ditunggu-tunggu oleh anak-anak. Seperti yang terjadi di kelas saya.
      Oke, Selamat berkreasi ya , mbak Lia
      Kala ada waktu jangan bosan-bosan berkunjung lagi.
      Makasih
      Salam…

  4. #7 by alhafizh84 on 3 April 2010 - 3:12 pm

    Wa’alaikumussalam Ms. Resty…

    Senang kenal dgn anda wlau lewat dunia maya🙂
    Alhamdulillah bertemu dengan pohon kebaikan, klu boleh kami memberi saran, bisa juga buat “Pohon At_Tiin, dsb” untuk hafalan Alquran jika ada materi tentg Alquran di sana.

    Ms. Resty mohon maaf sebelumnya, kami mau sharing tentg PAIKEM – Pembelajaran Aktif Inovatif Kreatif Menyenangkan berbasis ICT ini. Apa yg akan saya ceritakn bukan sebuah kelebihan, tapi sebuah kekurangan yg nyata.

    Saya adalah guru SMPN 1 Kikim Barat, sebelumnya saya adalah salah satu tenaga edukatif di SMP Islam Terpadu Izzuddin Palembang lebh kurang selama 2,5 tahun dan di sana sedikit banyk telah menerapkan pola tersebut. Satu tahun terakhir kami dikirim ke Jakarta untuk mengikuti pelatihan 100 jam di Sekolah Islam Terpadu Fajar Hidayah Bogor untuk mempelajri di antaranya tentang pola pembelajaran tersebut. Setelah pulang dr sana hasil pelatihan bisa diterapkan secara berlahan dan bertahap, mungkin karena anak-ank sudh terbiasa, terutama untuk display kelas.

    Akan tetapi yg menjadi masalah adalah saya tidk lg mengajar di sana, melainkan di SMPN 1 Kikim Barat, yg letaknya di daerah pedalaman (pelosok.red)., tentunya dengan segala kekurangan and keterbatasan yg ada, dll.

    Kendala saya adalah:
    1. Waktu Interaksi dengn anak-anak yg sedikit. ( 2jp/mggu)
    2. Anak-anak terbiasa dengan pola “Teks Book”
    3. Sumber bacaan yg minim sekali, (ex: buku Pendidikan Agama Islam) sekolah tidak punya, terutama untuk siswa.
    4. Kurangnya sumber pembelajaran.
    5. Semangat belajar yg kurang.dll
    6. Display kelas yg susah untuk diterapkan.

    Untuk sementra ini dulu. oleh karena itu, kami mohon sharingnya untuk mengatasi permasalahan seperti ini. mohon di tulis di alamat blog kami aja coz dlm waktu dekat ini saya harus ke lokasi lg untuk mengawas ujian sekolah dan ujian praktek siswa kelas 9. saya tidak bisa pulang pergi setiap hari, mengingat jarak tempuhnya sekitar 3,5 jam.

    Ini alamatnya: http://alhafizh84.wordpress.com/ada-buku-tamu/

    thanks atas sharing nya🙂 wss

    • #8 by Ms. Resty on 4 April 2010 - 2:50 pm

      Terima kasih sudah berkunjug pak Hafiz.
      Ini sekedar sharing, mudah-mudahan ada yang cocok dan dapat diaplikasikan di sekolah bapak.

      1. Selain sebagai wali kelas, saya juga mengajar di kelas rendah sebagai guru mata pelajaran bahasa Inggris. Pertemuaannya pun terbatas hanya 1 x seminggu. Di awal pertemuan, saya harus memberikan good impression pada anak-anak sehingga timbul rasa cinta terhadap pelajaran yang saya ampu. Biasanya saya isi dulu dengan permainan tentang materi pelajaran, misalnya permainan pesan berantai, bingo, ‘kentang panas’ dll. Setelah good impression terbentuk, barulah saya mulai masuk ke dalam materi

      2. Pola teksbook membuat anak diam tapi tidak aktif. Pola ini bukan berarti tidak perlu, tapi jangan dijadikan satu-satunya teknik . Saya sering berpikir keras untuk mencari teknik yang cocok digunakan dan dituangkan ke dalam RPP.

      Dalam setiap RPP, saya usahakan untuk multi metode; brain storming, role play, permainan, inquiry, demonstrasi , quiz dll. Saya ingin anak-anak tidak hanya duduk, diam dan rapi. Tapi juga aktif berinteraksi. Saya membuat LKS untuk kerja individu atau kelompok seperti; menyusun Puzzle, mencari wacana dari daftar keywords yang tersedia , menjodohkan dll.

      3. Untuk Sumber bacaan. Saya minta kontribusi anak-anak untuk menyumbangkan buku. Buku-buku ini jika terbatas digunakan per kelompok secara rotasi.

      4. Dalam beberapa pertemuan, paling tidak ada beberapa produk siswa yang dapat didisplay di kelas. Setelah konsep materi telah tertanam, sebagai tahap lanjutan dalam pertemuan berikutnya, saya minta anak-anak membuat sesuatu sebagai hasil karya mereka. Misalnya dialog, Karangan, atau membuat sumber belajar sendiri misalnya nama-nama hari, angka dsb. Pekerjaan itu dibuat anak-anak di kelas

      5. Keterbatasan dana, memang kadang-kadang membuat saya sedih. Tapi saya mencoba membuat display kelas dari bahan-bahan bekas seperti bekas kartu undangan, brosur-brosur promosi (biasanya bimbel), kertas majalah/koran yang warna-warni dsb.

      6. Kerja sama dengan guru-guru lain, terutama wali kelas juga ikut memegang peranan.

      Itulah pengalaman sederhana saya, pak Hafiz. Mudah-mudahan ada manfaatnya

      Salam hangat untuk guru-guru SMPN 1 Kikim barat.

  5. #9 by yuyun on 13 April 2010 - 10:11 am

    Assalammualaikum..
    Bu , saya ingin bertanya apakah pohon kebaikan juga bisa diterapkan di kelas IV?…
    Terima Kasih…..

    • #10 by Ms. Resty on 13 April 2010 - 11:41 am

      Bisa saja bu. Insya Allah anak-anak akan termotivasi untuk berbuat baik, asal kegiatan ini bu Yuyun laksanakan secara konsisten. Berbuat baik di kelas 4 mungkin bisa berbentuk hafalan surat pendek, doa dsb sesuai dengan karakteristik sekolah masing-masing. Saya tunggu pengalaman bu Yuyun ya..

      Salam hangat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: