Repertoar

Semua guru memiliki berbagai teknik dan kegiatan yang secara teratur mereka gunakan yang disebut repertoar. Repertoar ini berubah setiap waktu, tetapi apakah ini dianggap baik?
• Apakah yang dimaksud dengan repertoar?
• Apa yang terjadi pada repertoar kita?
• Mengapa repertoire kita tidak sesuai dengan mata pelajaran?
• Apakah mengubah repertoar sesuatu yang baik?
• Bagaimana kita bisa mempertahankan dan memperluas repertoar kita?

Apakah yang dimaksud dengan ‘repertoar’?
Mari kita jelaskan kata ini. Sebuah grup teater dapat saja memainkan 5 drama pada sekali pertunjukan. Grup tersebut pernah memainkan drama lain di waktu lain dan mungkin akan mempelajari drama lainnya di masa yang akan datang. Tapi pada saat ini mereka memakai kostum dan set hanya untuk 5 drama. Sebagai guru, repertoar kita terdiri dari teknik dan kegiatan yang kita lakukan di dalam kelas.

Apa yang terjadi pada repertoar kita?
Sebagai guru, kita sudah terbiasa bekerja dengan pola mingguan: kita harus mengikuti jadwal. Dan kita menggunakan tahun akademis bukan kalender biasa. Kita melakukan hal yang lebih atau kurang sama dari tahun ke tahun …

Benarkah? Mari kita lihat apa yang kita lakukan di dalam kelas. Kita mungkin berpikir bahwa yang kita lakukan sekarang hamper sama seperti dulu. Tapi itu hampir pasti tidak benar. Sebagai guru, kita cenderung untuk berkembang. Kita tidak berubah banyak selama satu tahun, tetapi jika Anda melihat salah satu pelajaran dari sepuluh tahun yang lalu, apakah akan terlihat sama seperti yang sekarang?

Apa yang terjadi ketika kita menjadi lebih berpengalaman adalah bahwa beberapa hal keluar dari repertoar kita. Guru terus-menerus mengembangkan dan mempelajari teknik-teknik dan kegiatan baru. Tapi apa yang terjadi dengan repertoar lama? Setiap gagasan yang datang dapat menggantikan teknik atau kegiatan yang jarang digunakan.

Mengapa kita melakukan hal diluar repertoar kita?

Karena ada pengganti yang lebih baik
Beberapa dari kita ahli dalam menggunakan mesin stensil. Kemudian datang fotokopi yang lebih murah. Fotokopi lebih cepat dan lebih bersih dari mesin stensil tetapi kembali pada warna hitam putih dan kita tergantung pada teknisi.

Kita tidak lagi menyukainya
Apakah anda melakukan drilling sesering dulu? Ada semacam kecenderungan untuk tidak memakai teknik ini lagi, atau semacam pemikiran baru tentang kapan dan kenapa kita menggunakannya.

Kita menjadi lebih berpengalaman
Kita mendapat cara yang lebih efektif dalam melakukan sesuatu. Kita biasanya menulis komentar panjang dan berulang-ulang pada setiap esai: sekarang kita menggunakan simbol yang menghemat waktu dan mendorong siswa untuk bertanggung jawab dan memiliki keterampilan mengedit teks

Kita menjadi malas
Kita biasanya membuat potongan-potongan gambar dan menempelkannya pada kartu-kartu. Sekarang kita menyuruh para siswa untuk melakukan mingle-dictation.

Beberapa hal sudah tidak ada lagi didalam buku-buku.
Ingat diagram alur fungsional dan dialog-dialog? Hal-hal seperti: Offer your friend something to eat – Decline politely and ask for a drink – Apologise and offer a drink – dan seterusnya. Kita sudah tidak menemukannya lagi di buku-buku.

Lupa
Kadang-kadang Anda mengamati kelas dan berpikir “Dialog building di papan tulis! Saya sudah lupa semua tentang itu”.

Perubahan Situasi
Perpindahan dari kelas multi-lingual ke kelas mono-lingual membuat anda lebih bergantung pada penterjemahan daripada gerakan tubuh untuk membantu para siswa untuk lebih mengerti.

Apakah mengubah repertoar sesuatu yang baik?
Kita sering memiliki alasan yang tepat untuk berhenti melakukan hal-hal tertentu. Tetapi akan selalu ada teknik-teknik tertentu yang terlupakan dan masih bisa gunakan, atau mungkin perlu ditinjau. Mengapa?

Perkembangan baru dan sikap
Ketika teori berkembang, kita mungkin perlu untuk meninjau kembali gagasan-gagasan yang “didiskreditkan” sejalan dengan hasil-hasil penelitian terbaru dan sikap-sikap sosio-politik. Sebagai contoh, ada keyakinan umum yang berkembang yang meyakini bahwa para siswalah yang bertanggung jawab dalam pembelajaran mereka. Apakah imbas dari keyakinan ini terhadap dictation? Para guru menggunakan dictation untuk menguji kemampuan mengeja para siswa. Namun kita dapat merubah teknik dictation dimana beberapa siswa membaca setiap kata dengan keras. Lalu siswa lainnya menggabungkan kata-kata tersebut menjadi sebuah cerita. Ini merubah tujuan dictation. Misalnya, teknik ini membuat para siswa sadar pentingnya cara pengucapan mereka. Selain itu teknik ini menhasilkan materi untuk pelajaran berikutnya.

Penciptakan kembali
Apabila sudah ada tekmik yang baik untuk sebuah grammatical feature, tidak ada salahnya kita meninjau kembali teknik tersebut. Siapa tahu kita menemukan celah untuk perbaikan.

Hindari mengulangi kesalahan
Sebagai filsuf Spanyol, George Santayana (1863-1952) mengatakan, “Mereka yang tidak bisa mengingat masa lalu mempunyai kecenderungan untuk mengulanginya”. Biasanya mengulangi masa lalu berarti mengulangi kesalahan masa lampau juga. Mengetahui keterbatasan teknik sebelumnya memungkinkan kita untuk mebuat repertoar kita lebih efisien.

Cetak, Publikasikan dan Lupakan
Kadang-kadang, sebuah buku yang diterbitkan sangat bagus tetapi kenapa setelah beberapa saat orang tidak lagi membelinya? Biasanya setelah dicetak, gagasan yang ada didalam buku akan terlupakan. Website ini merupakan sebuah tempat dimana gagasan-gasan tersebut diperlihara.
Dulu teknik ini berjalan dengan baik, kenapa sekarang tidak?
Kadang-kadang teknik menjadi ter-diskreditkan atau ketinggalan zaman. Namun, para siswa masih belajar melalui teknik-teknik lama. Saya tidak mengatakan bahwa tidak ada penutur asing dalam bahasa Inggris yang fasih. Jadi, mungkin saja teknik lama tertentu dapat digunakan lagi. Kami memahami bahwa setiap siswa belajar dengan cara yang berbeda, dan sehingga kita harus memiliki sebuah repertoar sebanyak mungkin. Ini semua bagian dari pendekatan eklektik pengajaran bahasa.

Bagaimana saya dapat memelihara dan memperluas repertoar saya?

Meninjau cara mengajar
Secara teratur melihat teknik yang anda gunakan – anda dapat menyimpan catatan. Ketika Anda melakukan ini, perhatikan mana yang tidak sesuai dengan repertoar aktif Anda. Apakah ada alasan yang baik untuk ini? Dapatkah Anda meninjau teknik tersebut?

Pengamatan Rekan / interaksi dengan rekan
Berbicara dengan rekan-rekan guru tentang teknik, baik di lembaga pendidikan Anda, pada konferensi dan lokakarya atau berdiskusi di situs internet dapat membuat anda menemukan teknik baru atau mengingat teknik-teknik lama.

Journal profesional
Jurnal ini secara berkala membahas aspek-aspek tertentu dalam pengajaran. Kapan terakhir kali Anda melihat sebuah jurnal? Apakah Anda membuat keputusan yang aktif untuk mencoba sesuatu, atau apakah Anda membaca ide yang baik dan kemudian melupakannya?

Gunakan website ini (dan lain-lain)
Di situs ini kita sedang membangun sebuah arsip kegiatan dan juga menjalankan halaman diskusi para guru. Arsip akan menjadi tempat menampung warmer, revisi ide, kegiatan latihan, rencana pelajaran dan artikel. Tepat untuk kegiatan menit-menit terakhir atau jika Anda harus mengganti guru lain. Dan, tentu saja, ideal untuk memperpanjang repertoar Anda secara umum. Halaman diskusi memungkinkan Anda untuk meminta atau membuat ide-ide yang berhubungan dengan hal-hal tertentu. Pertukaran global merupakan perkembangan positif.

Andy Baxter, British Council, Portugal

Sumber: PUSTEKOM- HOW TO TEACH ENGLISH

,

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: