Guru Go Blog!

Pak Guru

Judul di atas jika hanya dilafalkan tanpa melihat tulisan tentu akan membuat guru marah. Bagaimana tidak, guru yang berilmu direndahkan dengan ucapan tersebut. Tulisan ini salah satu upaya memotivasi guru untuk meningkatkan profesionalitasnya.
Jorn Barger menggunakan istilah blog pertama kali pada bulan Desember 1997 untuk menyebut kelompok website pribadi yang selalu di-update terus-menerus dan berisi link-link ke website lain disertai dengan komentar-komentar mereka. Blog dapat digunakan untuk mendokumentasikan catatan berkala yang dibuat oleh seseorang atau sekelompok orang yang dapat diakses melalui web dan dapat dikelola menggunakan (basis) web
Dewasa ini guru sulit naik pangkat dari golongan IVa ke IVb disebabkan karena lemahnya kemampuan guru membuat karya tulis ilmiah. Guru yang jarang menulis tentu akan kerepotan pada saat akan membuat karya tulis ilmiah. Fenomena ini terjadi mungkin disebabkan karena mitos-mitos dalam menulis. Mitos-mitos tersebut diungkapkan Didik Wijaya antara lain dibutuhkan waktu yang banyak untuk menghasilkan tulisan; tulisan yang dibuat harus sempurna; dan menjadi pakar (ahli) merupakan syarat menjadi penulis.
Terampil menulis akan dicapai jika tekun menulis. Blog bisa dimanfaatkan sebagai tempat berlatih menulis. Tulisan yang dibuat bisa berupa pengalaman mengajar di kelas atau inovasi-inovasi yang dilakukan pada saat pembelajaran. Setiap tulisan di blog dapat dibaca semua orang. Hal ini jadi motivasi untuk menghasilkan karya tulis yang berbobot. Secara tidak langgsung minat baca akan meningkat karena aktivitas blog ini.
Marjohan guru di Batusangkar memanfaatkan blog untuk meningkatkan kemampuan menulisnya. Ia pernah menjadi guru teladan Sumatera Barat, mampu menyelesaikan tesisnya lebih cepat, lulus sertifikasi guru dan berhasil menerbitkan sebuah buku yang berjudul SCHOOL HEALING MENYEMBUHKAN PROBLEM PENDIDIKAN pada tahun 2009. Semua prestasi yang dicapai tersebut tak lepas dari kemampuan menulis yang dimilikinya
Menurut Undang – Undang Guru dan Dosen Nomor 14 tahun 2005 pasal 32 pembinaan dan pengembangan profesi guru meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional. Salah satu kegiatan yang dapat dilakukan guru untuk pengembangan profesinya adalah mengelola blog.
Menurut Gora manfaat blog bagi guru antara lain sebagai bukti portofolio terkait profesionalitasnya, pengembangan proses pembelajaran yang bervariatif, sebagai media ajar dan pembelajaran, tempat berdiskusi, berkomunikasi dan berbagi informasi. Biaya yang relatif murah dan bisa menembus ruang serta mengembangkan jaringan lebih luas antar guru merupakan keunggulan blog. Melalui blog diharapkan kompetensi guru meningkat.
Melalui blog guru dapat menampilkan materi pelajaran yang bisa diunduh siswa, menuangkan ide atau gagasanya, mentautkan link sebagai rujukan, pemberian tugas dan evaluasi belajar. Aplikasi komentar yang tersedia di blog memberikan kemudahan interaksi antara siswa dan guru.
Guru juga dapat ”menularkan” aktivitas ngeblog kepada siswa-siswanya. Dengan memiliki blog penyalahgunaan internet oleh siswa dapat diminimalisir. Mereka dapat menuliskan upaya meraih cita-citanya, hobi, puisi, cerpen atau aktivitas yang dilakukan sehari-hari. Kebanyakan siswa memanfaatkan blog sebagai diari online mereka.
Banyak tutorial bagaimana membuat dan mengelola blog dapat didownload secara gratis. Akses internet juga mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Warung internet dan hot spot area dengan mudah dapat dijumpai di pinggir jalan. Karena blog bermanfaat bagi guru untuk meningkatkan kompetensinya sudah seharusnya para guru go blog demi kemajuan pendidikan.

Penulis : CobaBerbagi – http://cobaberbagi.wordpress.com

  1. #1 by aryadevi on 18 March 2010 - 5:26 pm

    wah langsung kami link ibu guru ku…:)

  2. #3 by sunartombs on 19 March 2010 - 11:14 pm

    Blognya bagus bu! Ibu mengajar di mana? begroundnya PAIKEM banget?

    • #4 by Ms. Resty on 24 March 2010 - 6:41 am

      Terima kasih pak. Saya di PSBG Bengkel Ilmu Tangerang

  3. #5 by tanto on 24 March 2010 - 10:39 am

    kalau saya malah mumet bu jadi guru😀
    5 tahun mengajar jadi guru saya masih belum bisa menjadi guru yang baik :S tiap bagun pagi rasanya males banget mau berangkat ke SD.
    tapi waktu bulan kemarin PPL di SD Lain saya bisa plong banget ngajarnya😀
    tapi setelah balik ngajar di SD saya, kok malah balik males banget

    • #6 by Ms. Resty on 24 March 2010 - 1:09 pm

      wah mesti dicari obatnya pak Tanto..
      yang paling paham tentulah pak Tanto sendiri. Jangan dibiarkan lho, nanti jadi penyakit menahun bahkan menular..he…he..
      Tetap semangat.. salam

  4. #7 by AKHMAD SUDRAJAT on 24 March 2010 - 1:57 pm

    Benar, Bu!
    Ciri-ciri guru profesional ditandai dengan adanya kemampuan literasi, dan nge-blog sebagai usaha untuk mengasah kemampuan literasi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: